Feeds:
Pos
Komentar

Kepada para pengunjung, dengan ini diumumkan bahwa situs resmi Solusi Teknnologi PC-CLONING telah berpindah ke alamat ini :

http://www.pc-cloning.net.

Silahkan langsung berkunjung ke alamat di atas.

Terima kasih.

Salimcomp Solusi Teknologi,

ttd

Eko Teguh Triwisuda, ST.

Direktur

E-mail : ekotete@pc-cloning.net

YM! : ekotete

JAKARTA, SENIN – Selamat datang era akses komputer murah. Dengan kejelian memaksimalkan pemanfaatan kapasitas komputer, NComputing mengembangkan software dan hardware berbentuk virtual agar satu PC dapat dimanfaatkan oleh banyak pengguna. Setiap pengguna hanya memerlukan monitor, keyboard dan mouse yang dihubungkan dengan sebuah komputer inti (server) yang dipakai bersama-sama.

Manish Sharma

Vice President NComputing Manish Sharma sedang menjelaskan sistem kerja perangkat X-Series yang dapat digunakan sebagai pengganti PC. Dengan perangkat ini, satu PC dapat dimaksimalkan pemanfaatannya oleh tiga pengguna lainnya.

Namun untuk bisa mengakses dan menggunakan komputer inti, setiap paket perangkat di atas harus dilengkapi dengan sebuah hardware mini sebagai pengganti motherboard, yaitu X-Series dan L-Series. NComputing menyebut X-Series sebagai perangkat keras yang tersambung langsung. Perangkat ini dapat digunakan untuk tujuh sambungan komputer dalam jarak maksimal 10 meter. Artinya,untuk pemanfaatan maksimal sebuah PC secara bersama-sama dengan dibutuhkan enam monitor, mouse dan keyboard serta enam perangkat X-Series.

“Hitungannya (setiap perangkat X-Series) hanya 1 watt. Bandingkan dengan sebuah PC yang membutuhkan 115 watt untuk digunakan,” ujar Vice President NComputing Asia Pasific Manish Sharma dalam momen peluncuran dua perangkat terminal ini, Senin (11/8) di Jakarta.

“Hitungannya (setiap perangkat X-Series) hanya 1 watt. Bandingkan dengan sebuah PC yang membutuhkan 115 watt untuk digunakan,” ujar Vice President NComputing Asia Pasific Manish Sharma dalam momen peluncuran dua perangkat terminal ini, Senin (11/8) di Jakarta.

Perangkat L130/230 ternyata lebih mencengangkan lagi. Satu perangkat ini memungkinkan 30 orang menggunakan komputer dari satu PC  atau server yang sama tanpa terikat jarak. Menurut Manish, sistem ini seringkali digunakan dalam satu gedung. Perangkat ini menggunakan sambungan ethernet dan hanya membutuhkan tenaga 5 watt listrik untuk setiap perangkatnya. Untuk keduanya, pengguna tidak perlu menambahkan router, karena telah dilengkapi dengan card ketika membeli paket X-Series ataupun L-Series.

X-Series dijual dengan harga Rp 880 ribu per perangkat, namun pengguna harus membeli minimal tiga perangkat plus satu card seharga Rp 2,52 juta. Sedangkan L-Series dijual dalam dua seri yaitu L-230 yang dilengkapi dengan USB seharga Rp 1,9 juta dan L-130 seharga Rp 1,7 juta.

X550_diagram_Hz

NComputing seri X dapat digunakan untuk 11 orang sekaligus

Menurut Manish, terobosan NComputing menjadi jawaban bagi dunia pendidikan di beberapa negara berkembang dengan penggunaan lebih dari 500.000 komputer virtual yang telah tersebar di 80 negara. Hal ini sekaligus menghemat penggunaan listrik sebanyak 88 juta kilowatts per tahun sehingga mengurangi angka emisi karbon dalam atmosfer. Kelemahannya, jika komputer hostnya hang atau down maka setiap komputer juga akan hang ataupun down.

Menurut Manish, Indonesia yang sedang menggeliatkan teknologi dalam berbagai bidang, seperti program e-learning dan e-government dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi. Institusi dan perusahaan ternama juga disebutkan Manish telah menggunakan perangkat ini, seperti Carrefour, Deloitte dan Fed Ex, bahkan Mabes Polri.

Manish menambahkan NComputing tidak begitu terobsesi soal perolehan rupiah di tahun keduanya di Indonesia, meski mengharapkan tahun ini akan memperoleh dua kali lipat perolehan tahun lalu atas total penjualan hampir 6000 unit. Prioritas utama NComputing adalah mendirikan 100 dealer di Indonesia hingga akhir 2008.

Sumber : KOMPAS (11/08/2008)

Satu untuk Sebelas

TEMPO-Interaktif. KANTONG pas-pasan tak menghalangi pemerintah Provinsi Western Cape, Afrika Selatan, menetapkan target tinggi: semua sekolah di wilayah itu sudah harus terhubung oleh jaringan komputer dan Internet pada 2012. Kerja besar ini bernama Proyek Khanza.

Western Cape memang bukan provinsi miskin. Namun ongkos Khanza luar biasa besar. Ada 1.570 sekolah, dengan lebih dari 1 juta murid, harus ”dikomputerisasi”. Direktur Proyek Khanza, Kobus van Wyk, menghitung setiap sekolah perlu minimal 40 komputer agar efektif. Yang juga bakal makan ongkos adalah operasi dan perawatan komputer.

app-afrika2

Implementasi PC-Cloning NComputing di Afrika Selatan

Untunglah, Khanza bertemu NComputing. Kepada Khanza, perusahaan dari Redwood City, California, Amerika Serikat itu menawarkan komputer dengan harga cuma separuh komputer biasa. Ongkos listriknya lebih irit 82 persen.

Khanza langsung kepincut. Soalnya, solusi itu akan memangkas banyak biaya bahkan jika Khanza memanfaatkan komputer bekas. ”Perawatan komputer bekas mahal. Lagi pula, memberikan komputer seperti itu ke sekolah miskin yang kemampuan teknisinya pas-pasan hanya akan membawa kesulitan baru,” kata Kobus.

Bukan cuma Khanza yang memutuskan memakai NComputing. Di Amerika ada Valley Yellow Pages, perusahaan direktori telepon nomor lima negeri itu, yang punya masalah mirip Khanza. Valley punya lebih dari 500 tenaga pemasaran dan masing-masing harus rutin mengirim laporan ke bosnya.

Semula, untuk setiap dua karyawan disediakan satu komputer. ”Hasilnya, arus laporan mampat dan mereka frustrasi,” ujar Bill Wynne, supervisor teknik di Valley. Tapi memanjakan tenaga pemasaran dengan satu komputer per orang juga berlebihan. ”Dan pasti boros, karena tak setiap saat mereka ada di muka komputer,” Wynne menambahkan.

Pemakai NComputing di Jakarta juga sudah bertebaran. Beberapa kantor pialang saham di segitiga emas Kuningan, misalnya, memakai sistem ini untuk melayani kliennya. PT Carrefour Indonesia, PT Adira Dinamika Multifinance, PT Asuransi Cigna, dan beberapa sekolah di berbagai kota menggunakan teknologi ini. Total jenderal, pasar dalam negeri sudah menyerap sekitar 15 ribu NComputing.

Rahasia irit NComputing adalah dengan ”membagi” sumber daya sebuah komputer kepada banyak pemakai. Jadi, di sisi pemakai, yang ada hanya monitor, papan ketik alias keyboard, dan tetikus, minus unit pemroses data (lihat konfigurasi).

app-afrika1

Aplikasi PC-Cloning NComputing di Afrika Selatan

Pada NComputing seri X300, satu unit pemroses (CPU) bisa dipakai bertujuh. Seri X550, yang diluncurkan pada pertengahan November lalu, bahkan bisa membagi sumber dayanya untuk 11 orang. Jika ini kurang banyak, pakailah NComputing seri L, yang bisa dipakai rame-rame oleh 30 pengguna.

Kemampuan berbagi itu berkat teknologi virtualisasi. Teknologi ini sebenarnya sudah mulai dipakai pada 1960-an oleh IBM. Dimaksudkan agar satu komputer bisa menjalankan berbagai program sehingga mengirit biaya, IBM mempartisi komputer besarnya menjadi beberapa mesin virtual. Ini membuat IBM seolah-olah punya beberapa komputer dengan berbagai macam aplikasi yang beroperasi secara simultan.

Ketika harga komputer turun drastis pada 1980-an, teknologi virtualisasi turun pamor. Karena harga komputer sudah murah, perusahaan memilih menumpuk server dan komputer ketimbang menggunakan teknik berbagi seperti IBM. Namun, sejak awal 2000, ketika efisiensi kembali menjadi ”mantra” yang digembar-gemborkan di dunia teknologi informasi, teknik virtualisasi ngetop lagi.

Biasanya teknik virtualisasi ini—baik perangkat keras maupun lunak—lebih banyak dipakai di server. Biasanya, proses instalasinya juga rumit dan perlu kemampuan teknis lumayan. Tapi NComputing ini lain. ”Paling cuma perlu 10 menit buat meng-install semuanya,” kata Henkyanto Tjokroadhiguno, bos PT Megatronix Mitraniaga, penyalur NComputing di Indonesia, pekan lalu.

Menurut Henkyanto, prinsip NComputing adalah memanfaatkan kapasitas berlebih pada komputer. Misalnya, komputer dengan prosesor Intel Core 2 Duo, hard disk 500 gigabita, dan memori 4 gigabita, hanya dipakai untuk mengetik, presentasi, atau menjelajahi Internet. Untuk tugas enteng seperti itu, paling hanya 20 persen kemampuan komputer yang benar-benar dimanfaatkan. Sisanya menganggur. Mestinya, spesifikasi setinggi itu bisa dibagi ke sepuluh komputer lain.

Perangkat NComputing—software dan hardware—menyalurkan kapasitas yang menganggur itu ke beberapa terminal. Alat itu terdiri atas perangkat akses NComputing—ukurannya tak lebih besar daripada Nokia Communicator terbaru—yang terhubung dengan monitor, papan ketik, dan tetikus.

Tapi terminal ini, kendati tanpa prosesor, memori, ataupun hard disk, berfungsi layaknya komputer utuh. Dan setiap terminal bisa menjalankan aplikasi yang berbeda seolah-olah satu dengan yang lainnya independen. NComputing bisa bekerja dengan sistem operasi Microsoft Windows XP ataupun Linux.

Selain hemat tempat karena tak perlu lagi pemroses data, cara ini pasti lebih irit biaya. NComputing X550 harganya US$ 460, atau Rp 5,52 juta. Satu set X550 ini terdiri atas peranti lunak VPro, kartu PCI, dan lima terminal. Berarti, setiap terminal hanya US$ 92 atau sekitar Rp 1,1 juta. Bandingkan jika harus membeli lima CPU. Kalau melongok ke toko komputer Internet Bhinneka, CPU dengan spesifikasi prosesor Intel Pentium Dual Core, memori 512 megabita, hard disk 80 gigabita, DVD-ROM, papan ketik, dan tetikus, harganya US$ 275 atau Rp 3,3 juta. Ini tiga kali harga satu terminal X550.

Konsumsi listrik NComputing jauh lebih kecil. Terminal X550 hanya butuh listrik 1 watt. Bandingkan dengan rata-rata komputer yang paling tidak perlu 100 watt. ”Kalau mau tambah kapasitas, biayanya juga lebih murah karena yang perlu di-upgrade cuma satu komputer, yakni host-nya saja,” ujar Manajer Penjualan Megatronix, Ronny Rochilie. Jika hendak menambah software baru, cukup meng-install di komputer host.

Janji serba irit NComputing lumayan manjur menarik peminat. Dalam dua tahun, perangkat virtualisasi ini sudah laku lebih dari 1 juta unit di seluruh dunia. Salah satu pembeli utama NComputing adalah sektor pendidikan. Sebagian kalangan menilai NComputing ini bakal menjadi pesaing serius bagi proyek One Laptop Per Child yang digagas Nicholas Negroponte. Bukan berarti NComputing bisa mulus menjalankan semua jenis aplikasi.

Jika berharap membuat jaringan sinema dengan layar lebar plus suara menggelegar, bersiaplah sedikit kecewa. Tatkala Tempo mencoba menjalankan video secara simultan, gambar yang dihasilkan belum semulus pada komputer utuh. Henkyanto mengatakan, jaringan NComputing memang lebih pas untuk aplikasi kantor atau pendidikan seperti Proyek Khanza.

Bagi yang ingin menggunakan jaringan NComputing sebagai game station—misalnya untuk Ragnarok atau permainan grafis kelas berat seperti World of Warcraft—berhentilah bermimpi. ”Game tiga dimensi itu sudah pasti tidak bisa jalan. Kalau cuma game pendidikan sih masih bisa,” kata Ronny.

Sumber : Tempo Interaktif (24/10/2008)

ncomputing di sekolah AS

NComputing menyediakan solusi jaringan komputer virtual yang menghemat biaya penyediaan infrastruktur teknologi maupun operasionalnya. Satu server bisa digunakan banyak akses.

REDWOOD CITY, KOMPAS.com – Paket stimulus yang dicanangkan Presiden Obama telah menganggarkan miliaran dollar AS untuk mendanai pengembangan pendidikan teknologi di sekolah-sekolah. Namun, ada catatan yang mesti diperhatikan, karena sekolah tidak memiliki anggaran untuk biaya pemeliharaan komputer jangka panjang.

Mengantisipasi ketiadaan dana untuk pemeliharaan komputer di masa mendatang tersebut, sekolah-sekolah wilayah di Negara bagian Amerika yang jeli, merealisasikan perluasan akses komputer bagi siswa mereka dengan menggunakan komputer virtual.

Hampir semua sekolah-sekolah wilayah di Negara Bagian Amerika saat ini sedang berfikir bagaimana caranya memanfaatkan dana stimulus yang diperoleh dari Undang Undang “American Recovery and Reinvestment Act 2009” itu.

Sebuah sekolah di Louisiana, Tangipahoa Parish misalnya, menggunakan dana stimulus untuk meng-upgrade dan mengembangkan program pendidikan komputer dengan menggunakan NComputing.

Dengan virtual komputer NComputing yang harganya hanya 70 dollar AS, maka setiap PC dapat digunakan bersama oleh sebelas siswa. Alhasil, sekolah memangkas biaya pembelian dan biaya pemeliharaan komputer serta biaya listrik hingga 90 persen lebih murah.

app-X-6 Penanggungjawab IT di sekolah tersebut menetapkan bahwa NComputing merupakan solusi terbaik untuk memberi akses penggunaan komputer yang seluas-luasnya bagi siswa. Dengan menggunakan NComputing, maka sekolah tidak perlu menambah staf IT ataupun merubah infrastruktur yang bisa menimbulkan masalah biaya besar di masa mendatang. NComputing virtual desktop dapat terus menerus digunakan oleh lintas generasi siswa tanpa memerlukan pemeliharaan.

“Membeli PC terlampau mahal harganya, di samping itu kita juga akan kewalahan menyediakan supportnya,” kata Mike Diaz, asistean direktur teknologi Tangipahoa. “Kami hanya memiliki empat staf teknis untuk menangani 19.500 siswa dan tidak ada dana stimulus untuk penambahan tenaga teknis,” tambahnya.

“Ncomputing menjawab semua permasalahan kami. Kami sangat kagum dengan kinerja serta penghematan energi yang terjadi dengan menggunakan NComputing. Sekarang kami bisa membeli komputer untuk tiga siswa dengan harga setara untuk pembelian satu komputer biasa. Dengan penambahan komputer di tiap kelas, berarti memberikan waktu yang lebih banyak bagi tiap siswa untuk menggunakan dan meningkatkan keterampilan komputer mereka,” jelas Diaz.

app-X-4 Solusi NComputing didasarkan pada fakta sederhana, yaitu: PC sekarang memiliki kapasitas yang sangat besar sementara sebagian besar aplikasinya hanya menggunakan sedikit saja dari kapasitas yang ada. Dengan NComputing, sebuah komputer dapat digandakan (divirtualisasi) dengan memanfaatkan kapasitas yang tidak terpakai sehingga dapat digunakan bagi banyak pengguna. Setiap pengguna dapat menikmati akses computer hanya dengan menghubungkan NComputing pada komputer yang akan digunakan bersama.

Tidak seperti solusi desktop virtualisasi lainnya, Ncomputing sangat efisien dan paten sehingga mampu menjalankan program multimedia yang rumit sekalipun serta mampu menghasilkan tampilan video dengan layar penuh. Setiap alat NComputing hanya memerlukan satu watt listrik saja, yang mana otomatis akan mengurangi suhu panas dalam ruangan. Hal ini merupakan pemangkasan biaya dan listrik yang sangat berarti dibandingkan jika menggunakan komputer biasa. Banyak sekolah yang telah mengunakan NComputing untuk praktek komputer di dalam kelas, laboratorium, perpustakaan maupun di kantor.

“NComputing adalah solusi terbaik bagi sekolah sekolah, karena dapat mengurangi biaya infrastruktur dan biaya pemeliharaan komputer secara drastis. Dengan kata lain, NComputing dapat mengurangi biaya pengeluaran yang besar untuk jangka panjang,” kata Stephen Dukker, Chairman dan CEO NComputing. Lebih dari 1.500 wilayah negara bagian di Amerika termasuk 7 sekolah yang masuk 10 besar, telah menghemat ratusan juta dolar dengan memilih NComputing.

Apa yang telah dilakukan oleh sekolah di Amerika dapat menjadi referensi bagi sekolah dan lembaga pendidikan di Indonesia dalam memperluas akses komputer bagi siswa. Menggunakan NComputing berarti melakukan penghematan hingga 50 persen pada harga pembelian komputer, 70 persen biaya pemeliharaan, dan 90 persen penghematan biaya listrik.

Sumber : Kompas [10/08/2009]

x350Komputer masa kini telah melebur dengan spesifikasi yang canggih dan menggoda, namun beberapa aplikasi sebenarnya hanya memerlukan sedikit kapasitas dari sebuah komputer. Solusi terkini ditawarkan NComputing melalui perangkat virtual yang akan memanfaatkan kelebihan kapasitas pada komputer. Alhasil pengguna dapat menggunakan alat ini secara bersamaan tanpa harus membeli komputer tambahan (thin client).

Pengguna hanya membutuhkan monitor, keyboard dan mouse yang dihubungkan ke komputer server dengan bantuan perangkat mini dari NComputing. NComputing sendiri tidak membutuhkan CPU, memori, atau komponen lain.

x550NComputing dirancang dalam 2 seri, X dan L. Pada seri X, setiap unit dapat menyambungkan sampai 7 pengguna (ed, sekarang sampai 11 pengguna) dalam rentang jarak maksimal 10 meter. Nilai lebih pada seri X adalah tersedianya fasilitas multimedia dan daya yang kecil, hanya 1 watt per pengguna. Seri lainnya, yaitu seri L, adalah yang paling fleksibel karena mempu menghubungkan klien lewat jaringan berbasis ethernet dan mengkonsumsi listrik sekitar 5 watt saja (ed, hingga 30 pengguna).

Harga dan kinerja yang revolusioner merupakan keuntungan dari NComputing, sehingga dapat digunakan untuk semua jenis organisasi. Mulai dari bisnis ritel, institusi lokal dan pemerintah, atau sekolah. Harga yang ekonomis menjadi faktor utama bagi konsumen untuk memilih NComputing. (ipm)

Sumber : INFOKOMPUTER

VIVAnews – Ini solusi jitu bagi sebuah perusahaan kecil menengah, apalagi di masa krisis seperti ini. Bila bagian TI perusahaan sudah menganggarkan untuk membeli beberapa unit komputer baru, stop dulu rencana itu. Barangkali, teknologi besutan NComputing, yang bermarkas di Redwood City California, Amerika Serikat, bisa menjadi alternatif yang sangat murah.

PC-Cloning NComputing X550

Pasalnya, teknologi ini bisa mereduksi kebutuhan perusahaan terhadap pembelian komputer PC. Bayangkan saja, dengan sebuah perangkat mungil milik NComputing, sebuah perusahaan bisa menyederhanakan kebutuhan sekitar 10 komputer, menjadi hanya 1 komputer saja.

Menggunakan fakta yang sering menjadi dasar pijakan virtualisasi komputer, setiap kali seseorang bekerja di depan komputer, biasanya paling banter cuma mengerahkan sekitar 10 persen dari potensi yang dimiliki oleh komputer tersebut.

Alhasil, 90 persen resource komputer yang digunakan sama sekali tak terpakai. “Buat apa Anda membayar sesuatu yang sama sekali Anda tidak pernah manfaatkan?” ujar Manish Sharma, Vice President NComputing Asia Pacific, kepada wartawan, di Hotel Intercontinental Mid Plaza Jakarta, Senin 22 Juni 2009.

Untuk menggantikan keperluan 10 unit komputer, perusahaan cukup perlu membeli satu unit CPU, 10 perangkat mungil seukuran modem buatan NComputing, 10 layar monitor, serta 10 unit papan ketik (keyboard).

X550_diagram_Hz Konfigurasi PC-Cloning NComputing X550 utk 11 user

Prinsipnya, kata Sharma, alat buatan NComputing memiliki kemampuan untuk mengkapling-kapling resource satu unit computer processing unit (CPU) sehingga dapat digunakan oleh sekitar 10 orang pengguna secara bersamaan, tanpa mengganggu kinerja masing-masing aplikasi.

Lebih jauh, Sharma menjelaskan, solusi tersebut juga mampu memotong biaya-biaya tak terlihat lain, seperti kebutuhan-kebutuhan uninterruptible power supply (UPS), ongkos membeli lisensi-lisensi software, dan lain lain.

“Dengan menyederhanakan penggunaan 10 PC menjadi hanya 1 PC plus 10 unit NComputing, perusahaan dapat melakukan 90 persen penghematan energi, 70 persen penghematan biaya pemeliharaan, serta 50 persen penghematan pembelian hardware,” ujar Sharma.

Padahal, penghematan yang diperoleh dari penggunaan NComputing bisa lebih banyak daripada itu. Menurut Henky Tjokroadhiguno, Managing Director Megatronix Mitraniaga, distributor tunggal NComputing di Indonesia, sebuah gadget NComputing seri L bisa menghubungkan satu CPU kepada hingga 30 pengguna komputer.

 

multi_station_diagram


Konfigurasi PC-Cloning NComputing L130/230 utk 1-30 user

“Sebuah perusahaan leasing di Bandung bisa memanfaatkan satu buah komputer berprosesor Intel Xeon kepada 30 karyawan mereka,” ujar Henky. Namun, itu juga disesuaikan dengan spesifikasi komputer induk.

Menurut Sharma, sebuah CPU berprosesor Intel Pentium 4 berkecepatan 3 GHz, dapat digunakan oleh sekitar 6 pengguna. Sementara komputer yang berspesifikasi lebih tua, hanya direkomendasikan untuk digunakan oleh sekitar 4 atau 5 pengguna.

Untuk mengetahui seberapa besar sebuah perusahaan dapat melakukan penghematan penggunaan komputer mereka, kata Henky, dapat dilihat dari pemakaian harian komputer  tiap karyawan dari task manager mereka.

Sharma tak menampik bila alatnya disebut sebagai disruptive technology, karena dapat merusak penjualan vendor-vendor komputer. Bahkan menurut Sharma, alatnya dapat ‘merusak’ paradigma berpikir pengusaha.

“Bila mereka hendak membeli sekitar seribu komputer, kini mereka pasti berpikir hanya membutuhkan seratus komputer. Dan sekali mereka mengetahuinya, pola pikir seperti itu akan sangat sulit dirubah.”

Sumber : VivaNews (22/06/2008)

x350

1 unit kit X350 'menghasilkan' 3 CPU 'baru' untuk 3 user tambahan

California, 20 April 2009 – Akibat krisis ekonomi global, penjualan komputer super murah meningkat secara drastis. Kenyataan ini membuat NComputing sebagai pemimpin pasar, berinisiatif merancang sebuah model baru alat virtualisasi desktop dengan menambahkan kecepatan kerja atas produk NComputing X-series yang sebelumnya telah merebut pasar dengan cemerlang. X350 baru ini dirancang khusus untuk mendukung organisasi yang ingin menambah jumlah pengguna komputer dengan biaya murah dan efisien, namun berperforma unggul.

Diciptakan untuk mendampingi slim-line OC, Ncomputing X350 dengan harga jual untuk pasar Indonesia sekitar Rp. 3.156.375 (US$ 285 dengan menggunakan kurs Rp. 11.075 per dolar AS) dapat merubah sebuah PC menjadi empat komputer virtual – yang masing-masing dengan performa multimedia canggih dan tampilan video layar penuh. Dengan dua unit alat X350, maka sebanyak tujuh pengguna dapat menikmati akses komputer melalui satu PC. X350 ini merupakan versi sederhana dari NComputing X550, yang dapat mendukung hingga 11 pengguna komputer dengan hanya satu PC. Sebagaimana semua solusi NComputing lainnya, X350 juga menggunakan perangkat lunak virtualisasi desktop vSpace.

x550

1 unit kit X550 'menghasilkan' 5 CPU 'baru' untuk 5 user tambahan

Penciptaan solusi NComputing didasari oleh fakta sederhana, yaitu: PC di era sekarang sudah sangat canggih dan kebanyakan penggunanya hanya memakai sebagian kecil saja dari kapasitas yang tersedia pada komputer mereka. Dengan alat NComputing sebuah komputer desktop dapat digandakan (divirtualisasi) sehingga memungkinkan bagi lebih banyak pengguna untuk mengakses dan memanfaatkan kapasitas sebuah komputer secara bersamaan. Selanjutnya, masing-masing pengguna dapat merasa seperti memiliki dan bekerja dengan komputer sendiri. Setiap pengguna akan menikmati akses komputer secara sempurna dengan cara menyambungkan layar monitor, keyboard dan mouse mereka pada alat NComputing, yang lalu disambungkan pada sebuah komputer yang akan digunakan bersama. Setiap unit X350 terdiri dari tiga alat NComputing XD2 serta PCI card yang dimasukkan melalui space-saving komputer. Keuntungan solusi virtualisasi X350 ini terletak pada keabsahan dan efisiensinya yang dapat memberikan performa multimedia canggih dan tampilan video layar penuh.

Saat ini X350 telah dipasarkan di seluruh dunia. Untuk pasar Indonesia,  distribusi dan penjualannya dipercayakan kepada PT. Megatronix Mitraniaga di Jakarta. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, NComputing berhasil menjual alat ini untuk lebih dari satu juta pengguna, yang membuatnya menjadi pensuplai terbesar untuk kategori komputer super murah. Kemudahan menggunakan NComputing membuatnya gampang diterima pasar. Siapapun yang memiliki pengetahuan dasar komputer dapat dengan mudah meng-instal NComputing dan penghematan pun dapat segera dinikmati.

Lebih dari 40.000 organisasi yang tersebar di 140 negara telah menggunakan NComputing untuk memangkas biaya komputer dan penggunaan listrik mereka. Setiap alat NComputing membutuhkan hanya satu watt listrik saja. Dibandingkan dengan 110 watt yang dibutuhkan sebuah PC, maka NComputing adalah solusi komputer paling ramah lingkungan di seluruh dunia.

Sumber: CHIP Indonesia